Dua Terdakwa Penyelundup Miras 50.664 Botol Dituntut Enam Tahun Penjara

0
102

Berita Publik.Info (  Surabaya )  Dua terdakwa yang dituduh menyendupkan sebanyak 50.664 botol minuman keras (miras) melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada akhir Juni silam, dituntut pidana penjara selama masing-masing tiga tahun oleh Jaksa Katrin dan Jaksa Fadly (Kejari Tg.Perak) baru-baru ini dalam persidangan di PN Surabaya dipimpin Syifa’urosidin,SH,MH, selaku ketua majelis hakim.

Kedua terdakwa Daniel Damaroy dan Dian Priyanto sebagai karyawan lapangan dari PT.Global Indah Pratama beralamat di Jln.Otista, Jatinegara, Jakarta Timur tersebut kedua Jaksa berhasil menemukan bukti dan fakta- fakta hukum selama persidanga atas perbuatan mereka telah memalsu dokumen/manifest Pemberitahuan Impor Barang (PIB) di tiga kontener masing-masing berukuran 40 ft dari Singapura dan melanggar Pasal 103 (1) Undang-undang Kepabeanan.

Terdakwa Daniel dan Dian sama-sama mengaku telah melakukan pemalsuan data PIB yang diterbitkan kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai, karena memperoleh jasa pengurusan tiga kontener miras  tersebut sebanyak RP.90 juta, namun Negara menderita kerugian sebesar Rp.27 Miliar dari sektor bea masuk dan lainnya atas barang impor.

Sebelumnya kapal yang mengangkut kontener yang dalam manfest impor dituliskan berisi polyester yam (benang polister), sebagian telah dibongkar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Berkat intelijen dan hasil analisis petugas Bea dan Cukai Tanjung Perak menemukan tiga kontener yang dibongkar di dermaga Terminal Petikemas Surabaya (TPS) itu ternyata berisi miras mengandung alkohol cukup tinggi yakni 20% dan harganya pun mencapai belasan juta per botol.

Masing-masing kuasa hukum kedua terdakwa yang berkas dakwaannya displist itu akan mengajukan surat pembelaan (pledoi) dalam persidangan pekan depan.

Usai pembacaan tuntutan pidana penjara tersebut, kedua terdakwa langsung buruan keluar dari ruang sidang Sari PN Surabaya, Dian Priyanto tampak menutupi wajahnya dengan menggunakan map merah untuk menghindar dari jepretan dan shoting para wartawan yang terus membidiknya dari belakang dan depan keduanya, sedang Daniel acapkali mengangkat jempolnya setiap dijepret wartawan.

Tampak kedua terdakwa tak diborgol tangannya seraya berlari kecil menuju mobil khusus Kejari Tanjung Perak yang diparkir di selatan gedung PN Surabaya, sebab keduanya tak satu mobil dengan tahanan dengan para terdakwa lainnya, jika kembali ke Rumah Tahanan Negara usai sidang. Mobil khusus mengangkut kedua terdakwa Daniel Damaroy dan Dian Priyanto keluar melalui pintu belakang PN setempat. (Akrab/Fud)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here