Dua Terdakwa Shabu 0,3 Gram Divonis 8 Tahun Penjara, Jaksa Yusuf Akbar Tuntut 15 Tahun

0
18
Dua Terdakwa Sabu 0,3 Gram Didampingi Tim Pengacara Dari M.Choliq Muchlis,SH Cs
Dua Terdakwa Sabu 0,3 Gram Didampingi Tim Pengacara Dari M.Choliq Muchlis,SH Cs

Berita Publik.Info (Surabaya) : Dua terdakwa berusia muda (20-an tahun), M.Ikhsan dan M.Rofik dijatuhi hukuman penjara selama masing-masing empat tahun disertai bayar denda ratusan juta rupiah kepada Negara jika tak mampu diganti dengan hukuman kurungan beberapa bulan oleh majelis hakim diketuai Dwi Winarko,SH,MH di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya baru-baru ini.

Vonis masing-masing yang dijatuhkan tersebut di bawah tuntutan Jaksa Yusuf Akbar (Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Surabaya) yang menuntutnya masing-masing 7,5 tahun penjara dan denda ratusan juta rupiah, sebab Jaksa Yusuf berhasil membuktikan kedua terdakwa telah mengkonsumsi bersama shabu-shabu dengan berat 0,3 gram sehingga keduanya dijerat Pasal 112 UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Majelis hakim menyatakan, bahwa terdakwa M.Ikhsan dan M.Rofik telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum menggunakan sabu-sabu secara bersama-sama, sehingga kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 112 UU tentang Narkotika dan memerintahkan kedua terdakwa tetap ditahan.

Hal lain yang memberatkan kedua terdakwa melawan program pemerintah yang sedang gencar memberantas narkoba. Yang meringankan keduanya, berlaku sopan dalam persidangan, masih muda sehingga diharapkan bisa memperbaiki dirinya, tak pernah dihukum sebelumnya, terus terang dan merasa menyesal.

Majelis hakim juga mengemukakan sependapat dengan dakwaan dan tuntutan Jaksa, namun tidak sependapat dengan pledoi (nota pembelaan) tim kuasa hukum kedua terdakwa, M.Choliq Muchlis,SH, Charlie Panjaitan,SH dan Padmi Palonda,SH yang sesaat sebelum pembacaan putusan meminta kepada majelis hakim agar kedua terdakwa dijatuhi hukuman seringan-ringannya dan dinyatakan layak direhabilitasi, sebab keduanya masih berusia muda dan besar harapan M.Choliq Muchlis Cs untuk memperbaiki perilaku terdakwa narkoba tersebut.

Meskipun putusan majelis hakim diakui Choliq Muchlis Cs sudah cukup ringan, namun kedua terdakwa masih merasa berat sehingga keduanya menyatakan pikir-pikir setelah berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya atas anjuran Dwi Winarko sesaat setelah pembacaan putusan. Jaksa Yusuf juga mengatakan piker-pikir.

Pengacara Choliq Muchlis,SH agaknya pantas memohon kepada majelis hakim untuk direhabilitasi, sebab ia memiliki pondok rehabilitasi yang sudah lama bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemkot Surabaya, Pemerintah pusat dan Polri setempat dan pondok rehabilitasi yang berlokasi di Dukuh Menanggal Surabaya itu pernah menampung 100 orang lebih korban narkoba, namun secara berangsur-angsur berkurang karena sudah sadar dan sembuh hingga kini tinggal beberapa orang saja. (Akrab/Fud)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here