Duplik Advokat Trisno Hardani Tekankan Bagus AP Tidak Punya Bukti Sabu

0
127

Berita Publik.Info  (Surabaya)    Saling bantah membantah dalam persidangan sudah lazim dilakukan antara Jaksa Penuntut Umum dan advokat (pengacara), tapi pengajuan replik jaksa Darwis,SH yang sebelumnya menuntut terdakwa Bagus AP, (23), selama enam tahun penjara karena memiliki sabu Golongan I, sedang advokat H.R.Trisno Hardani,SH, kuasa hukum terdakwa Bagus AP dalam dupliknya menolak keras dalih-dalih yang dibuat jaksa tersebut dan bersikukuh menyatakan terdakwa tidak bersalah.

Apalagi jaksa Darwis telah menghimpun keterangan saksi-saksi dalam persidangan termasuk saksi penyidik dari Polrestabes Surabaya yang menyatakan, barang sabu itu bukan miliknya Bagus AP, melainkan milik Hatib Marlias yang sudah divonis penjara selama 5 tahun oleh PN Surabaya belum lama ini.

“Padahal dalam tuntutan dan repliknya, jaksa Darwis berulang kali menyatakan bahwa barang bukti tersebut adalah benar milik Hotib dan Hotib pernah menerangkan, barang bukti sabu itu berada dalam penguasaannya”, jelas advokat senior HR.Trisno Hardani,SH mengutip duplikya kepada para wartawan Senin kemarin di PN Surabaya.

Ditegaskan Trisno Hardani, sudah jelas penguasaan barang bukti itu seperti yang diatur dalam Pasal 1977 (1) BW yang menentukan “terhadap benda bergerak yang tidak berupa bunga, maupun piutang yang tidak harus dibayar kepada si pembawa, maka barang siapa yang menguasainya dianggap sebagai pemiliknya”. “Sudah menjadi jelas bahwa barang bukti berupa benda bergerak telah dikuasai dan dimiliki oleh Hatib Marlias”, tandas advokat Trisno Hardani berkantor di Perum Ketintang Blok BB No 26 Surabaya itu.

Perlu Penutut Umum ingat, tandas Trisno pula, adanya asas Praduga Tak Bersalah di dalam Pasal 8 UU No.14 Tahun 1970 tentang Kekuasaan Kehakiman menjadi asas yang sangat penting dalam penegakan hukum, khususnya dalam penjelasan Hukum Acara Pidana (KUHAP) dapat disimpulkan pembuat undang-undang telah menetapkan sebagai asas hukum yang melandasi KUHAP dan penegakan hukum.

Bunyi pasal tersebut, urai duplik Trisno Hardani, “setiap orang yang sudah disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap”. Hal itu member pedoman kepada penegak hukum untuk menggunakan prinsip tersebut dalam setiap tingkat pemeriksaan.

Seharusnya, papar Trisno Hardani, aparat penegak hukum menjauhkan diri dari cara-cara pemeriksaan inskuisitur, artinya menempatkan terdakwa dalam suatu pemeriksaan sebagai obyek yang dapat diperlakukan dengan sewenang-wenang dan tindakan-tindakan apriori, tanpa perdulikan hak-hak asasi manusia dan mengabaikan haknya untuk membela/mempertahankan martabat serta kebenaran yang dimilikinya.

Ditekankan Trisno Hardani, sangatlah salah jika dalam tuntutan dan repliknya Jaksa yang menjadikan terdakwa sebagai obyek yang dibandingkan dengan putusan lain atas nama Hotib Marlias yang telah divonis 5 tahun penjara, sehingga Bagus AP masuk dalam kategori “subjudice”, artinya tindak pidana yang didakwakan sedang tergantung dari perkara lain, hal ini berkaitan dengan terpidana Hotib Marlias.

Bagus AP, tutur Trisno Hardani, diajak Hotib Marlias selaku paman dari tunangan Bagus AP ke suatu tempat untuk mengantarkan barang itu dengan janji akan memberikan imbalan narkotika jenis sabu, padahal Bagus AP masih lelah sehabis bekerja. “Bagus AP telah salah dalam pergaulan dan komunikasi dengan orang yang lebih tua, yang tentu saja sudah akrab dengan narkoba”, ujarnya pula.

Dalam dupliknya Trisno Hardani mohon kepada majelis hakim yang dipimpin Pesta Sitorus,SH,MH, untuk melakukan rehabilitasi kepada kasus Pasal 114 (1 Jo Pasal 132 (!) UU No.35/2009 tentang Narkotika , merehabilitasi secara keseluruhan karena Bagus AP telah salah dalam pergaulan, membebaskan terdakwa dari tuntutan hokum, memerintahkan Bagus AP keluar dari Rutan Medaeng, Surabaya, mohon putusan yang didasarkan atas kebenaran dan menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya. (Akrab/Fud)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here