Impian Vonis Bebas Saidah Shaleh Ramlan Menjadi Kenyataan

0
15

Berita Publik.Info  (Surabaya) : Sekitar empat bulan lamanya Saidah Shaleh Ramlan, (54), bermimpi dan berdoa atas upaya hukum banding yang diajukan oleh kuasa hukumnya, Sururi,SH,MH ke Pengadilan Tinggi (PT) Jatim agar bebas dari bui setelah divonis majelis hakim PN Surabaya selama 10 bulan penjara karena melanggar Pasal 27 ayat (3) UU No.19 Tahun 2016 tentang Informatika dan Transaksi Elektronik (ITE).

Upaya banding yang diajukan Saidah Shaleh Ramlan yang diajukan pengacara Sururi,SH,MH ternyata membuahkan hasil keputusan majelis hakim PT Jatim yang menetapkan dan merubah status hukum Saidah dengan memvonis bebas demi hukum istri daripada Shaleh Ramlan, mantan dirkeu PT.Textil Industri Grup di Surabaya itu.

Pengacara Sururi,SH,MH mengatakan kepada media ini Rabu sore (11/9), bahwa kliennya bernama Saidah Shaleh Ramlan telah dijatuhi vonis bebas demi hukum oleh PT Jatim baru-baru ini. “Bu Saidah sekarang sudah legowo, karena upaya banding yang kami lakukan dikabulkan majelis hakim tinggi PT Jatim. Tapi amar putusannya belum saya ambil, mau saya ambil besok-besok”, ujarnya.

Menurut Sururi, putusan PT Jatim atas perkara pidana Nomor 1792/Pid.Sus/2018/PN.Sby tersebut menolak seluruhnya dalil-dalil putusan majelis hakim PN Surabaya yang diketuai oleh Syifa Urosidin,SH,MH yang memvonis Saidah Shaleh Ramlan selama 10 bulan penjara, namun PT Jatim menyatakan perbuatan Saidah tidak terbukti bersalah melanggar Pasal 27 ayat (3) UU No.19/2016 tentang ITE.

Tuduhan memfitnah dan mencemarkan nama baik melalui SMS WA dari nomor ponsel Saidah ditujukan ke perusahaan PT.Tex Industri Grup yang dipimpin Jamal sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosita Sirait (Kejati Jatim), tidak terbukti. “Memang pengajuan banding Saidah patut dikabulkan oleh majelis hakim tinggi, karena fakta hukum pencemaran dan pemfitnahan yang dituduhkan kepada Saidah tidak ada”, jelas Sururi.

Sebagaimana yang terungkap di persidangan Maret sampai April lalu, bahwa nomor HP Saidah yang dituduh mengirim SMS WA ke ponsel salah satu staf perkreditan di BRI di Surabaya dengan bunyi mencemooh perusahaan produksi kain sarung itu, sudah mati alias tak aktif sejak April 2018. Sedangkan SMS WA yang diklaim dikirim dari nomor HP Saidah pada sekitar 17 Juli 2018.

“Nomor HP nya bu Saidah direkayasa, seakan-akan Saidah yang mengirim SMS WA itu ke bank-bank yang jadi krediturnya perusahaan kain sarung itu, kemudian Saidah dituduh mencemarkan nama baik perusahaan tersebut. Padahal sebenarnya tidak ada buktinya sama sekali”, tandas Sururi pula. Jaksa Rosita tampaknya bersikeras mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, karena tak puas atas putusan PT Jatim tersebut. (Akrab).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here