Industri Kapal Nasional Sulit Maju, Perlu Dukungan Pemerintah

0
62
Drs Momon Hermono , Ketua DPC IPERINDO Jatim Yang Baru
Drs Momon Hermono , Ketua DPC IPERINDO Jatim Yang Baru

Berita Publik.Info (Surabaya) –  Impor komponen dan material untuk pembangunan kapal masih saja mendominasi industri-industri kapal dan perusahaan galangan kapal di Indonesia. Hal itu menjadi tantangan besar bagi semua industri galangan kapal juga adanya daya saing diantara galangan kapal makin terlihat. Karena itu perlu membangun sinergisitas antar perusahaan galangan kapal menuju kemajuan bersama.

Dikatakan oleh Prof.Dr.Buana Ma’ruf, pejabat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pusat, permasalahan yang dialami perusahaan galangan kapal nasional menjadi benang kusut dan amat komplek seperti yang ditayangkannya pertama kali di Kementerian Perindustrian pada 2014. “Tapi ini bukan berarti menjadi pembenaran, bahwa kenapa kita gak maju-maju, kenapa kita gak bisa menyelesaikan masalah”, ungkap Prof.Buana bertanya dan mengatakan hal itu menjadi tantangan bagi semua industry galangan untuk bersinergi.

Prof.Buana mengatakan itu usai pelantikan Drs.Momon Hermono sebagai ketua Iperindo (Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia) Cabang Jatim dkk periode 2018 – 2022 Rabu (30/01) di Surabaya kepada 17 buah perusahaan galangan, industri kapal, perusahaan penyedia material dan komponen kapal sebagai sponsor, perusahaan terkait dan para undangan lainnya seraya presentasi melalui tayangan slide.

Mereka sekaligus menggelar pameran dan saling menunjukkan karya kreatif mereka berbentuk kapal miniatur. Perusahaan galangan kapal swasta besar antara lain PT.DUMAS Tanjung Perak, PT.Adiluhung Sarana Sagara Indonesia milik PT.Dharma Lautan Utama di Surabaya, PT. Surabaya Marine di Buduran, Sidoarjo. Juga ada PT.PAL Indonesia, PT.DPS Tanjung Perak dan Lamongan, PT.Krakatau Steel  keempatnya persero.

Dipaparkannya, tak mungkin perusahaan galangan kapal bisa menyelesaikan persoalannya, persoalan industri galangan kapal dengan urusan satu pihak, misalnya hanya dengan lembaga pendidikan, industri galangan kapal, asosiasi Iperindo atau INSA. “Dua organisasi ini harus bersinergi dengan baik demi kepentingan nasional ketimbang kepentingan kelompok atau aspek pelayarannya saja, tapi bagaimana membangun industri maritim dan galangan kapal  dalam negeri yang lebih maju”, ujar Prof.Buana.

Bayangkan saja, lanjut Prof.Buana, begitu besar aliran devisa yang keluar negeri, baik pembangunan kapal baru maupun reparasi. “Sekarang pemerintah baru merasakan betapa pentingnya pembangunan kapal dalam negeri, coba kompak ya (saya bukan profokasi lho). Ini lumpuh benar transportasi itu. Hal ini menjadi kewajiban kita bersama untuk memajukannya”, ungkap profesor tersebut.

Terkait permasalahan itu, urainya, sudah menjadi benang kusut, begitu komplitnya dan perlu dipahami, bahwa ada dua hal yang mempengaruhi masalah keterlambatan industri galangan kapal yakni faktor eksternal dan internal sama-sama banyak, makanya perlu dikembangkan dan disinergikan melalui organisasi yang betul-betul bisa menciptakan daya saing daripada anggotanya.

“Bukan hanya mengurusi organisasi atau iuran anggota atau arisan, tapi bagaimana membuat produk kapal yang sama, pelatihan bersama dan bisnis bersama. Padahal perusahaan galangan kapal disini letaknya berdampingan”, imbau Buana Ma’ruf dalam forum tersebut.

Menurut dia, jika terus menghadapi situasi demikian, tak mungkin perusahaan galangan kapal bisa maju dan hanya bisa menghidupi diri sendiri tapi tak bisa bersaing dalam jangka panjang, jauh dibandingkan dengan perusahaan galangan kapal di luar negeri.

“Coba kita belajar dari galangan kapal di luar. Mereka maju karena bisa bersinergi dengan baik, juga didukung penuh oleh pemerintahnya. Seperti China memiliki 2 organisasi besar bidang industri kapal dan galangan,Inggris, Pilipina dll. Mereka diintervensi pemerintahnya. Nah kalau tidak ada dukungan dari pemerintah, sulit mau berkembang dan maju”, jelas Buana. (Akrab/Fud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here