Notaris Agatha Divonis 1 Tahun Penjara, Pengacaranya Minta Onslaag

0
137

Berita Publik .Info (Surabaya) :Terkait keputusan pidana yang diketuk majelis hakim PN Surabaya diketuai Timur Pradoko,SH,MH terhadap Notaris Agatha,SH,MH,M.Kn, (50) baru-baru ini selama 1 tahun penjara dan memerintahkan Agatha tetap ditahan terhitung sejak 8 Agustus 2018, tim kuasa hukum Agatha, Widjayanto Setiawan, SH,MH,Kn dan Felick,SH pada Rabu besok (21/11) akan menentukan sikapnya untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jatim.

Baik Widjayanto Setiawan,SH maupun Felick sama menyatakan, Agatha setuju melakukan upaya hukum banding setelah mengajukan pikir-pikir saat usai keputusan dibacakan Timur Pradoko pada pekan lalu. Agatha diminta majelis hakim untuk konsultasi dengan pengacaranya, lantas Widjayanto mengatakan pikir-pikir.

“Kami pikir-pikir karena putusan majelis hakim tergolong berat. Padahal Agatha hanya berbuat keliru sedikit, bukan berarti salah dan tidak terdapat unsur pidananya. Hanya saja dibesar-besarkan secara sepihak karena yang bersangkutan adalah notaris”, ujar Widjayanto, advokat senior itu pada wartawan.

“Ada perbuatan, tapi tidak ada unsure pidananya. Karena itu kami mohon putusan omslaag pada pengadilan tinggi”, ujar Felick pada media ini Senin lalu di PN Surabaya.

Setelah mendengarkan pembacaan surat pembelaan (pledoi) dari Widjayanto Setiawan,SH,MH,M.Kn dan Felick,SH, kuasa hukum Agatha, seketika notaris itu meneteskan air mata seraya meminta putusan bebas dan atau seadil-adilnya pada majelis hakim, Senin lalu (12/11), namun notaris Agatha justru divonis satu tahun penjara, Rabu petang (14/11). Sebelumnya jaksa menuntut Agatha 3,5 tahun penjara  dan tetap ditahan.

“Mohon keringanan yang Mulia, saya ini janda dan mempunyai tanggungan dua orang anak. Selama saya ditahan, mereka tidak ada yang nafkahi”, kilah Agatha merunduk dan meneteskan air mata, usai pembacaan pledoinya.

Tangisan Agatha di hadapan majelis hakim tampaknya sia-sia belaka, sehingga dirinya tetap ditahan atas putusan itu terhitung sejak 8 Agustus 2018. “Jika dilihat dari fakta hukum yang terungkap selama dalam persidangan, Agatha tidak melakukan perbuatan pemalsuan surat seperti yang didakwakan jaksa. Pekerjaan Agatha sudah memenuhi undang-undang notaris dan melayani permohonan pembuatan akte atau surat otentik dari ibu Nafsiyah yang menghadap langsung”, ucap Widjayanto usai sidang.

Menurut advokat senior itu, kliennya tak cukup bukti materil untuk dipidanakan, sebab waktu membuat surat rekomendasi yang diminta bu Nafsiyah untuk dibawa ke Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai perlengkapan permohonan pembatalan sertifikat yang diajukan pihak lain yang tengah bermasalah. Agatha menerima biaya jasa penerbitan rekomendasi dari bu Nafsiyah hanya sebesar Rp 200.000.

Agatha sebelumnya tidak tahu jika tanah di Jln.Kenjeran No.337 – 339 seluas 700 meter2 lebih itu sudah disertifikatkan  orang lain tanpa sepengetahuan bu Nafsiyah selaku waris. Akibat surat rekomendasi itulah akhirnya notaries itu berurusan dengan pihak berwajib. (Akrab/Fud).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here