Saksi Painah Ngaku Tak Kenal Terdakwa Mantan Anggota DPRD Jombang 1999 – 2004

0
48

Berita Publik.Info (Surabaya) – Persidangan kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang melibatkan terdakwa Supriyadi, (52), mantan anggota DPRD Kabupaten Jombang, Jatim periode 1999 – 2004 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Painah dan Arifin selaku penghubung terdakwa dan juga korban berlangsung di PN Surabaya kemarin.

Kedua saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adhiem Widagdo,SH,MH (Kejari Tg.Perak) dalam persidangan dipimpin Dedi Fardiman,SH,MH selaku ketua majelis hakim dengan anggota Dede,SH,MH dan Timor Pradoko,SH,MH, sedang terdakwa Supriyadi didampingi advokat senior, HR.Trisno Hardani,SH, baik majelis hakim mapun advokat Trisno Hardani,SH sama-sama mempertanyakan peran saksi Arifin dalam kasus penipuan CPNS itu.

Saksi Arifin mengatakan, dirinya dimintai bantuan oleh terdakwa Supriyadi yang masih ada hubungan keluarga dengan saksi untuk mencarikan orang mau menjadi PNS di Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui jalur kebijakan dan terdakwa mengaku punya link dengan orang dalam di Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat yang akan menerbitkan surat pengangkatan sebagai PNS langsung.

Keinginan terdakwa Supriadi itu kemudian disampaikan saksi Arifin ke Painah, sebab kedua insan beda kelamin itu sudah cukup lama saling kenal dalan hubungan dagang. Painah kebetulan punya anak laki-laki lulusan S-1 bernama Ahmad Ridwan untuk diurus terdakwa dan mereka warga Surabaya. Painahpun tentu tertarik. Arifin membuka tarif kepada Painah sebesar Rp 50 juta, katanya atas permintaan terdakwa untuk biaya proses pengangkatan sampai terbitnya SK PNS bagi Ahmad Ridwan.

Arifin mengaku sampai mengantarkan Painah mentransfer uang Rp 50 juta itu melalui BCA Jl.Indrapura Surabaya ke nomor rekening Supriyadi. Saudara saksi kok mau menjadi perantaranya terdakwa, sudah berapa kali saudara melakukan hal itu? Tanya majelis hakim. “Baru satu kali ini”, jawab saksi yang ngaku punya PT dan CV itu. Majelis hakim tetap tak percaya dalihnya saksi Arifin tersebut, lebih lanjut majelis menuding Arifin sebagai pengepul calon pegawai. Arifin katakan, setahu dirinya ada empat orang lain juga diluar Ahmad Ridwan, bukan Arifin perantaranya.

Sementara advokat HR.Trisno Hardani,SH mempertanyatakan keterlibatan saksi Arifin dalam transferan uang, padahal saksi korban Painah mengaku dalam persidangan tidak mengenal terdakwa Supriyadi dan Painah hanya mengetahui saksi Arifin langsung yang mengatakan adiknya bisa menguruskan orang untuk menjadi PNS di Pemkab Jombang. Jaksa Adhiem Widagdo,SH menunjukkan surat keterangan pengangkatan palsu buat Ahmad Ridwan untuk ditugaskan di Pemkab Jambang yang diterbitkan BPN pusat.

Alasan apa saudara saksi mengarahkan kepada terdakwa Supriyadi? Dijawab Arifin, memang dirinya hanya melaksanakan permintaan Supriyadi. Kesaksian Arifin sangat diragukan dan dia kayaknya mencatut nama baik Supriyadi karena mantan anggota DPRD Kabupaten Jombang, kata Trisno Hardani. Advokat senior beralamat di Perum Ketintang Permai Blok B No.26 Surabaya itu akan menghadirkan saksi meringankan bernama Udin, sebab Udin tahu persis perjalanan terdakwa dalam pengurusan CPNS tersebut.

Saksi korban Painah yang mentransfer uang Rp 50 juta mengungkapkan, memang benar bersama Arifin mentransfer uang tersebut melalui BCA Jl.Indrapura Surabaya, katanya masuk ke nomor rekening Supriyadi. “Siapa Supriyadi, bagaimana orangnya saya tidak kenal sama sekali. Saya hanya kenal pak Arifin ini saja”, ujar Painah menjawab pertanyaan majelis hakim.

Ketika ditanya tanggapannya terkait keterangan para saksi, terdakwa Supriyadi menanggapi kesaksian Arifin khususnya dan mengatakan ada yang salah. “Yang salah, tidak benar uang itu untuk biaya pengangkatan seorang pegawai sampai terbit SK-nya. “Saya pergunakan uang itu hanya untuk biaya transportasi dan penginapan bolak-balik Jombang – Surabaya – Jakarta”, ucap terdakwa. (Akrab/Fud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here