Terdakwa Arianto Memiliki 10 Kg Daun Ganja Kering Dituntut 15 Tahun Pidana Penjara

0
14
Terdakwa Arianto merunduk dituntut 15 tahun penjara

Berita Publik.Info (Surabaya) -Terdakwa Arianto alias Embik bin Suriadi, 39, dituntut pidana penjara tergolong berat selama 15 tahun, denda sebesar Rp 1 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy, SH dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim, Jihad Arkanuddin, SH,M.Hum di PN Surabaya kemarin sore.

Jaksa Pompy membuktikan, bahwa akibat perbuatannya terdakwa Arianto dinyatakan melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan membawa sebanyak 10 Kg daun ganja kering Golongan I dan kemudian diperdagangkan. Arianto juga dikenakan denda sebesar 1 miliar, jika tak mampu membayar denda tersebut terdakwa harus menggantinya dengan hukuman kurungan selama tiga bulan.

Barang terlarang itu semula didapatkan terdakwa Arianto setelah membelinya dari Wong Fals seberat 500 gram seharga Rp 4,5 juta dan dibayar tunai oleh terdakwa melalui perbankan. Ganja kering itu oleh Wong Fals ditaruh di pinggir jln.Pandaan, Pasuruan, Jatim untuk kemudian diambil terdakwa Arianto pada 28 April 2019 pukul 14.00 WIB.

Daun ganja yang dimasukkan dalam tas kresek hitam itu, oleh Arianto dibawanya ke Surabaya dan diinapkan di kamar kosnya Jl.Kutisari Selatan. Ternyata Arianto memiliki total daun ganja di kamar kosnya sekitar 10 Kg, diantaranya telah dijual terdakwa sebanyak 30 gram dengan harga Rp 700 ribu kepada Raditya pada 23 Mei 2019.

Kepemilikan dan perdagangan daun ganja yang dilakukan Arianto tercium oleh Serse Narkoba Polretabes Surabaya, dan kemudian dua petugas polisi menangkap Arianto di tempat kosnya pada 25 Mei  2019 pkl.00.45 WIB. Dalam pengembangan tersangka, polisi berhasil menangkap Raditya yang kemudian jaksa memisah berkas dakwaannya dari Arianto. Terdakwa melalui kuasa hukumnya, Ronny Bahmari,SH yang ditunjuk majelis hakim akan mengajukan pledoi minggu depan.

Selain itu, Ronny Bahmari juga ditunjuk majelis hakim yang sama yang memeriksa terdakwa sabu seberat 1 gram, yakni Agung Kurniawan, 31, dituntut pidana penjara selama delapan tahun denda Rp 1 miliar dan subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Irine Ulfa,SH,MH dalam siding di PN Surabaya Selasa sore (17/9).

Warga Jl.Pradah Indah Kulon, Pakis Surabaya ditangkap dua anggota Serse Narkoba Polrestabes di warung kopi Jl.Tubanan Surabaya setelah diketahui membawa dan menjual sabu yang dibelinya 4 poket seharga Rp 200.000/poket dari seseorang. Jaksa Irene telah membuktikan, bahwa sabu yang dimiliki terdakwa Agung selain untuk dipakai juga diperjual belikan dan dia akan mendapatkan keuntungan cukup besar.

Jaksa Irene membuktikan terdakwa Agung Kurniawan te;lah melanggar Pasal 114 UU Narkotika Golongan I. Terdakwa semula tak mengerti perihal penunjukan pengacara yang dilakukan majelis hakim untuk mendampinginya dalam siding pembelaannya minggu depan. “Tadi majelis hakim menunjuk saya untuk membela kamu, gak usah bayar. Gratis, karena akan dibayar oleh Negara”, jelas Ronny Bahmari,Sh disambut anggukan oleh terdakwa. (Akrab/Fud)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here