Terdakwa Hardo Dadali Terbukti Miliki 2 Poket Sabu Divonis 4 Tahun 2 Bulan Penjara

0
31

Berita Publik.Info  (Surabaya) – Terbersit rasa tak puas di wajah terdakwa Hardo Dadali, 24 sesaat setelah mendengarkan pembacaan keputusan pidana penjara dari majelis hakim diketuai oleh Slamet, SH,MH dalam persidangan di PN Surabaya kemarin yang memvonisnya selama 4 tahun disertai denda Rp 800.000,-  dengan subsider 2 bulan kurungan dan memerintahkan terdakwa tetap ditahan.

Majelis hakim dalam keputusannya menyatakan, bahwa terdakwa Hardo Dadali telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana pelanggaran Pasal 112 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan cara memiliki narkoba jenis sabu sebanyak 2 poket yang diperolehnya dari temannya.

Dengan sabu 2 poket yang dimilikinya itu, lanjut Slamet,SH,MH, terdakwa hendak menjualnya kepada orang lain sebagaimana pengakuan terdakwa sendiri dan saksi-saksi baik saksi fakta maupun saksi dari penyidik dan polisi yang menangkap terdakwa di kediamannnya di kota Surabaya.

Majelis hakim mengatakan, terdakwa tidak sempat menjualnya, namun keburu ditangkap aparat Kepolisian. “Terbukti pula niat terdakwa yang hendak menjual sabu-sabu tersebut kepada orang lain, berarti tergolong akan mengedarkan barang yang dapat mengancam kelangsungan hidup orang lain. Dan terdakwa tidak memiliki ijin untuk menyimpan atau memiliki sabu-sabu tersebut”, tandas majelis hakim yang terdiri dari anggota majelis Jihad Arkamudin,SH,MH dan Yan Manoppo,SH,MH.

Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa Hardo Dadali, antara lain melawan program Pemerintah yang sedang giat memberantas peredaran narkoba dan perbuatan terdakwa dapat membahayakan kelangsungan hidup masyarakat, sedang hal yang meringankan, terdakwa masih muda, belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, terus terang dan berlaku sopan dalam persidangan.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa dari Kejari Surabaya yang sebelumnya mengajukan selama 5 tahun, denda sebesar Rp 800 juta dengan subside 3 bulan kurungan jika tak sanggup membayar denda tersebut. Jaksa tampaknya menerima putusan majelis hakim, namun terdakwa Hardo menyatakan pikir-pikir setelah konsultasi dengan dua orang kuasa hukumnya yakni Moch.Choliq Al Muchlis,SHI dari LPBH Nahdlatul Ulama Sidoarjo dan Charlie Hasiholan Panjaitan,SH.

Kedua pengacara tersebut tetap mendampingi terdakwa Hardo Dadali sampai kembali masuk dalam ruangan tahanan sementara di PN Surabaya, meski terdakwa sendiri sedang diantar kembali oleh kurir tahanan dari Kejaksaan. “Jadi terhitung vonis majelis hakim selama 4 tahun 2 bulan, kami menyuruh terdakwa untuk pikir-pikir”, ujar kedua pengacara itu hampir bersamaan pada media ini. (Akrab/Fud)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here